Harga limestone untuk pengerasan jalan bervariasi tergantung jenis, kualitas, dan volume, mulai dari sekitar Rp1.200.000 - Rp3.600.000 per truk (7-25 m³) untuk material urugan, atau sekitar Rp250.000 per m³ jika termasuk jasa gelar (borongan), dengan harga lebih detail per kubik bisa sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000 atau lebih, tergantung spesifikasi seperti abu atau agregat.
Harga limestone untuk pengerasan jalan
Limestone Urug (Gamping Urug): Sekitar Rp1.200.000 - Rp3.500.000 per 7-25 m³ (1 truk).
Abu Screening Limestone: Sekitar Rp2.800.000 per 7 m³.
Harga per Kubik (M³):
Rp1.600.000 untuk jenis Index 7 (7 M³).
Rp3.200.000 untuk jenis Index 20 (20 M³).
Jasa Gelar Limestone + Material (Borongan): Sekitar Rp250.000 per m³ (minimum 500 m³).
Faktor yang Mempengaruhi Harga:
Jenis: Urug (kasar/crushed) atau abu (powder/screening).
Kualitas/Spesifikasi: Kepadatan, ukuran butir (agregat), dan kebersihan material.
Volume Pembelian: Pembelian dalam jumlah besar (truk) biasanya lebih murah per unit dibanding eceran.
Biaya Transportasi: Jarak pengiriman akan mempengaruhi total harga.
Jasa Pemasangan: Jika termasuk jasa gelar dan pemadatan, harganya akan berbeda (biasanya per m²).
Untuk harga paling akurat, disarankan menghubungi pemasok material konstruksi lokal atau distributor limestone terdekat, karena harga dapat sangat dipengaruhi lokasi (misalnya harga di Jakarta dabn Tangerang berbeda dengan daerah lain). info lengkap Harga limestone untuk pengerasan jalan bisa hubungi 0812 916 99979
Harga limestone untuk pengerasan jalan
Harga limestone (batu kapur) untuk pengerasan jalan sangat bervariasi tergantung pada lokasi, jumlah yang dibeli, dan pemasok, dengan kisaran harga per ton atau per meter kubik. Harga sering ditawarkan dalam volume besar, seperti per truk, untuk proyek konstruksi.
Harga Limestone Berdasarkan Satuan
Harga limestone biasanya ditawarkan per satuan berat (ton) atau volume (meter kubik/truk), bukan per kilogram, untuk aplikasi pengerasan jalan.
Per Truk (sekitar 7m³ - 9,5m³): Beberapa penjual online menawarkan batu kapur urugan per truk, misalnya truk berkapasitas 7m³ atau 9,5m³. Harganya sangat bergantung pada lokasi pengiriman dan pemasok spesifik.
Per Meter Kubik (m³): Harga juga tersedia per meter kubik, seperti yang terlihat pada penawaran Kami Armada Karya Semesta.
Per Ton: Sumber internasional menyebutkan harga sekitar $35.00 (sekitar Rp 546.000 dengan kurs saat ini) per ton untuk batu kapur bersertifikat. Pemasok di Indonesia juga sering menggunakan satuan ton, namun harga spesifik per ton bervariasi.
Harga limestone untuk pengerasan jalan
Harga untuk proyek pengerasan jalan umumnya berbeda dari harga eceran per 1 kg yang ditemukan di toko online, yang biasanya untuk keperluan lain seperti pertanian atau industri kecil.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga
Beberapa faktor utama mempengaruhi harga limestone untuk pengerasan jalan:
Kuantitas: Pembelian dalam jumlah besar (tonase tinggi) biasanya mendapatkan harga per satuan yang lebih rendah dibandingkan pembelian eceran.
Lokasi: Kedekatan dengan sumber tambang atau pemasok akan mempengaruhi biaya transportasi. Indonesia memiliki pegunungan kapur yang tersebar di Jawa, Sumatra, dan wilayah lainnya.
Kualitas dan Ukuran (Gradasi): Limestone untuk pengerasan jalan (seperti sebagai agregat atau bahan urugan) mungkin memiliki spesifikasi kualitas dan ukuran partikel tertentu yang mempengaruhi harga. info lengkap Harga limestone untuk pengerasan jalan bisa hubungi 0812 916 99979
Biaya Pengiriman: Biaya pengiriman dan bongkar muat sering kali merupakan komponen signifikan dari total biaya, terutama jika lokasi proyek jauh dari pemasok.
• Pengerasan jalan dengan limestone
• Limestone untuk konstruksi jalan
• Bahan pengerasan jalan
• Teknik pengerasan jalan dengan limestone
• Keunggulan limestone untuk jalan
• Limestone sebagai material perkerasan jalan
• Proses pengerasan jalan dengan limestone
• Kelebihan dan kekurangan limestone untuk jalan
• Harga limestone untuk pengerasan jalan
• Penerapan limestone dalam konstruksi jalan
Teknik pengerasan jalan dengan limestone
Teknik pengerasan jalan dengan limestone (batu kapur/gamping) umumnya digunakan sebagai lapisan pondasi bawah (sub-base course) atau bahan stabilisasi tanah ekspansif. Material ini dipilih karena ketersediaannya yang melimpah dan harganya yang ekonomis untuk menciptakan permukaan yang stabil.
Berikut adalah tahapan teknis pengerasan jalan menggunakan limestone:
Persiapan Tanah Dasar (Subgrade): Pembersihan lahan dari sampah atau tanaman, diikuti dengan penggalian dan perataan tanah sesuai desain jalan.
Penghamparan Material: Limestone dihamparkan secara merata di atas tanah dasar. Dalam beberapa proyek, limestone dicampur dengan agregat lain (seperti sirtu) atau bahan tambahan seperti bottom ash untuk meningkatkan stabilitas lapisan pondasi.
Pemadatan (Compaction): Material dipadatkan menggunakan alat berat seperti roller atau stamping machine. Proses ini krusial untuk meminimalkan rongga udara karena sifat alami limestone yang berpori dan mudah menyerap air.
Pemeraman dan Pengerasan: Setelah dipadatkan, lapisan dasar limestone memerlukan waktu beberapa minggu untuk mengeras secara alami hingga menjadi material yang tahan lama sebelum diberikan lapisan penutup di atasnya.
Pelapisan Lanjutan: Jika digunakan untuk jalan raya, di atas lapisan limestone biasanya akan ditambahkan lapisan pondasi atas (base course) dan lapisan aspal atau beton sebagai penyelesaian akhir. Untuk Anda Yang ingin mengunakan Jasa Aspal Jalan Jakarta bisa hubungi Tim Kami.
Karakteristik Penting:
Kelebihan: Mudah didapat, ekonomis, dan memberikan stabilitas yang baik jika dipadatkan dengan benar.
Kekurangan: Memiliki porositas tinggi sehingga mudah menyerap air, yang dapat menurunkan kekuatan struktur jika sistem drainase tidak dikelola dengan baik. info lengkap Harga limestone untuk pengerasan jalan bisa hubungi 0812 916 99979
Pengerasan jalan dengan limestone
Pengerasan jalan dengan limestone (batu kapur atau gamping) merupakan metode konstruksi yang umum digunakan, terutama untuk lapis pondasi bawah (subbase course) atau jalan di area perkebunan dan pedesaan. Material ini dipilih karena ketersediaannya yang melimpah dan harga yang relatif terjangkau dibandingkan material agregat lainnya.
Karakteristik dan Fungsi dalam Perkerasan
Agregat Pengganti: Limestone dapat digunakan sebagai substitusi agregat halus maupun kasar dalam campuran perkerasan jalan.
Stabilitas: Bentuknya yang bersudut setelah dihancurkan membuatnya lebih mudah dipadatkan dibandingkan kerikil bulat, sehingga memberikan dasar yang kokoh dan stabil.
Daya Serap: Salah satu sifat utama limestone adalah berongga dan mudah menyerap air, yang dapat mempengaruhi nilai kepadatan dan kekuatan jika tidak dikelola dengan baik.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
Harga Ekonomis: Biaya material lebih murah dan mudah didapatkan di pasaran.
Daya Tahan: Jika dirawat dengan benar, jalan berbahan limestone dapat bertahan lama dan tahan terhadap beban kendaraan tertentu.
Estetika: Memberikan tampilan yang bersih dan estetis untuk jalan masuk rumah atau jalan setapak.
Kekurangan:
Sensitif terhadap Cuaca: Perubahan siklus cuaca (seperti pembekuan atau hujan lebat) dapat menyebabkan permukaan bergeser atau menjadi tidak rata.
Kekuatan: Secara umum tidak sekuat granit, namun cukup untuk kelas jalan tertentu seperti jalan lingkungan.
Tahapan Pengerjaan
Persiapan Lahan: Pembersihan lokasi dan penggalian tanah dasar sesuai desain.
Penghamparan: Material limestone dihamparkan secara merata di atas permukaan tanah yang telah disiapkan.
Pemadatan: Menggunakan alat pemadat seperti plate compactor atau roller untuk memadatkan material mulai dari bagian tepi menuju tengah guna memastikan stabilitas.
Finishing: Perataan akhir untuk memastikan permukaan halus dan memiliki kemiringan yang tepat untuk drainase. info lengkap Harga limestone untuk pengerasan jalan bisa hubungi 0812 916 99979
Keunggulan limestone untuk jalan
Keunggulan limestone (batu kapur) untuk jalan meliputi ketersediaan melimpah dan harga terjangkau, kemudahan diolah, stabilitas tanah yang baik untuk stabilisasi dasar jalan, daya tahan kuat terhadap beban, sifat tahan cuaca, serta nilai estetika alami yang menambah daya tarik, menjadikannya material serbaguna untuk pondasi hingga lapisan permukaan jalan.
Keunggulan Utama Limestone untuk Konstruksi Jalan:
Ketersediaan & Harga: Mudah ditemukan di alam dan relatif murah dibandingkan material lain, menjadikannya pilihan ekonomis.
Kemudahan Pengolahan: Mudah dipotong, dibentuk, dan dipadatkan, mempercepat proses konstruksi jalan.
Stabilisasi Tanah: Sangat efektif untuk menstabilkan tanah dasar jalan (subgrade) karena sifatnya yang mengikat dan meningkatkan kepadatan tanah.
Daya Tahan & Kekuatan: Memiliki kekuatan yang memadai untuk menahan beban berat dan tekanan, serta tahan terhadap cuaca ekstrem, cocok untuk penggunaan luar ruangan.
Ramah Lingkungan: Sebagai batu alam, penggunaannya mengurangi limbah berbahaya dan dampak lingkungan dibandingkan material buatan.
Fungsi Serbaguna: Selain stabilisasi, dapat digunakan sebagai agregat kasar/halus, bahan pondasi, urugan, hingga campuran semen untuk perkerasan.
Estetika: Memberikan tampilan alami yang elegan dan bervariasi, memberikan nilai tambah estetika pada struktur jalan atau area sekitarnya.
Secara keseluruhan, limestone adalah material alami yang sangat efektif dan efisien untuk berbagai lapisan konstruksi jalan, terutama untuk meningkatkan stabilitas dan kekuatan struktur dasar jalan dengan biaya yang relatif rendah. info lengkap Harga limestone untuk pengerasan jalan bisa hubungi 0812 916 99979
Limestone sebagai material perkerasan jalan
Pada tahun 2026, limestone (batu kapur) tetap menjadi material krusial dalam konstruksi perkerasan jalan di Indonesia, baik sebagai agregat maupun bahan penstabil. Material ini sangat diminati karena ketersediaannya yang melimpah dan harga yang ekonomis.
Fungsi Utama dalam Perkerasan Jalan
Lapis Pondasi (Subbase & Base Course): Digunakan sebagai lapisan pondasi bawah (subbase) untuk menyebarkan beban kendaraan ke tanah dasar.
Bahan Penstabil Tanah: Kapur digunakan untuk menstabilkan tanah dasar yang ekspansif guna mengurangi penyusutan dan pemuaian yang dapat merusak struktur jalan.
Agregat Campuran Aspal: Limestone sering digunakan sebagai substitusi agregat halus atau kasar dalam campuran aspal beton (AC-BC atau AC-WC).
Material Pengisi (Filler): Bertindak sebagai bahan pengisi dalam campuran perkerasan lentur untuk meningkatkan kepadatan. info lengkap Harga limestone untuk pengerasan jalan bisa hubungi 0812 916 99979
Kegunaan Batu Limestone: Jenis dan Ciri-cirinya
Manfaat Batu Gamping dalam Berbagai Industri |
Mengenal Fungsi Batu Base Course Ukuran dan Syarat Penggunaan
Kegunaan Batu Limestone: Jenis dan Ciri-cirinya
Manfaat Batu Gamping dalam Berbagai Industri |
Mengenal Fungsi Batu Base Course Ukuran dan Syarat Penggunaan
Karakteristik dan Performa
Kekuatan: Memiliki tingkat kekerasan sekitar 2,7 hingga 3,4 skala Mohs. Meskipun tidak sekuat granit, limestone mudah dipadatkan dan memberikan permukaan yang stabil.
Porositas: Sifatnya yang berongga membuat limestone cenderung menyerap air, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kepadatan dan kekuatan struktur.
Kekesatan: Agregat gamping cenderung memiliki nilai Polishing Stone Value (PSV) yang lebih rendah dibandingkan standar, sehingga permukaannya bisa lebih licin jika digunakan sebagai lapis aus paling atas.
Proses pengerasan jalan dengan limestone
Proses pengerasan jalan dengan limestone (batu kapur/gamping) umumnya digunakan untuk pembuatan jalan lingkungan, jalan masuk rumah (driveway), atau sebagai lapisan pondasi bawah (subbase) dalam konstruksi jalan besar.
Berikut adalah tahapan umum proses pengerasannya:
1. Persiapan Lahan dan Penggalian
Pembersihan: Area jalan dibersihkan dari rumput, akar pohon, dan sampah.
Penggalian: Tanah asli digali sesuai dengan kedalaman rencana untuk memberikan ruang bagi lapisan limestone.
2. Perataan dan Pemadatan Tanah Dasar (Subgrade)
Tanah dasar harus diratakan menggunakan alat berat seperti grader dan dipadatkan dengan vibratory roller.
Tahap ini krusial untuk memastikan dasar jalan stabil dan tidak amblas saat diberi beban material di atasnya.
3. Penghamparan Limestone
Penempatan Material: Limestone curah didatangkan ke lokasi dan dihamparkan secara merata.
Ketebalan: Material biasanya dihamparkan dalam lapisan dengan ketebalan tertentu (misalnya sekitar 15-20 cm per lapis) untuk memastikan pemadatan yang optimal.
4. Penyiraman dan Pemadatan (Compaction)
Penyiraman: Lapisan limestone disiram air secukupnya guna mencapai kadar air optimum agar butiran batu lebih mudah mengunci satu sama lain.
Pemadatan: Alat berat seperti vibro roller atau tandem roller digunakan untuk melindas permukaan berkali-kali hingga padat dan keras.
5. Pengerasan Alami (Curing)
Setelah dipadatkan, jalan dibiarkan selama beberapa hari hingga minggu.
Limestone memiliki sifat kimia yang memungkinkannya mengeras secara alami seiring waktu saat terkena paparan cuaca, membentuk permukaan yang tahan lama dan stabil.
6. Finishing
Jika jalan dimaksudkan hanya sebagai jalan kapur, maka permukaan akhir dirapikan agar drainase air mengalir ke samping.
Jika akan dilanjutkan ke pengaspalan, maka lapisan limestone ini berfungsi sebagai pondasi bawah sebelum ditutup dengan lapisan base course dan aspal. info lengkap Harga limestone untuk pengerasan jalan bisa hubungi 0812 916 99979
Keuntungan Menggunakan Limestone:
Ekonomis: Biaya material cenderung lebih murah dibandingkan beton atau aspal penuh.
Stabilitas: Sangat baik untuk menstabilkan tanah yang ekspansif karena sifat kapur yang mengurangi penyusutan dan pemuaian tanah.
Estetika: Memberikan tampilan alami yang bersih untuk jalan pedesaan atau rumah
Kelebihan dan kekurangan limestone untuk jalan
Penggunaan limestone (batu gamping/kapur) sebagai material jalan, baik untuk urugan maupun agregat campuran aspal, memiliki sejumlah keunggulan dan tantangan tersendiri pada tahun 2026.
Kelebihan Limestone untuk Jalan
Kemampuan Mengikat yang Baik: Debu halus dari limestone bersifat larut air dan dapat berfungsi sebagai perekat alami saat kering, sehingga menciptakan permukaan jalan yang lebih solid dan stabil.
Daya Dukung Beban Tinggi: Material ini memiliki stabilitas yang baik dan mampu menahan beban kendaraan berat tanpa mudah bergeser atau berubah bentuk.
Ekonomis dan Mudah Didapat: Limestone tersedia melimpah di banyak wilayah, menjadikannya pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan material batu pecah lainnya untuk proyek skala besar.
Drainase yang Efektif: Struktur limestone yang bersudut dan berpori memungkinkan air meresap dengan baik, sehingga mengurangi risiko genangan air di permukaan jalan.
Kekurangan Limestone untuk Jalan
Permukaan Cenderung Licin: Limestone memiliki nilai Polishing Stone Value (PSV) yang rendah (sekitar 42), sehingga permukaannya cenderung lebih licin jika dibandingkan dengan standar agregat jalan lainnya.
Masalah Debu: Pada musim kemarau, gesekan antar batu menghasilkan debu halus yang dapat mengurangi jarak pandang pengemudi dan mengganggu pernapasan.
Sensitif terhadap Air dan Asam: Meskipun memiliki drainase baik, sifat berongganya membuat limestone mudah menyerap air yang bisa menurunkan kepadatan dan kekuatannya seiring waktu. Selain itu, ia mudah terkorosi jika terpapar hujan asam.
Kurang Kuat Dibandingkan Granit: Secara struktural, limestone tidak sekuat batu alam keras seperti granit, sehingga mungkin memerlukan perawatan lebih sering jika digunakan di area dengan trafik yang sangat padat. info lengkap Harga limestone untuk pengerasan jalan bisa hubungi 0812 916 99979
Penerapan limestone dalam konstruksi jalan
Penerapan limestone (batu kapur) dalam konstruksi jalan pada tahun 2026 terus berkembang sebagai alternatif material yang ekonomis dan fungsional. Batu kapur digunakan mulai dari struktur dasar hingga campuran permukaan jalan untuk meningkatkan stabilitas dan daya tahan perkerasan.
Berikut adalah beberapa penerapan utama limestone dalam konstruksi jalan:
Lapisan Pondasi Bawah (Subbase Course): Limestone yang dihancurkan sering digunakan sebagai material pondasi jalan karena kekuatannya dalam menahan beban lalu lintas. Material ini efektif mengurangi penyusutan dan pemuaian pada tanah dasar yang tidak stabil.
Stabilisasi Tanah: Kapur digunakan untuk memperbaiki sifat fisik tanah dasar yang buruk, terutama tanah lempung. Proses ini membantu meningkatkan kapasitas dukung beban (California Bearing Ratio/CBR) dan mengurangi sensitivitas tanah terhadap air.
Agregat dalam Campuran Aspal: Batu kapur dapat bertindak sebagai agregat kasar atau halus dalam campuran aspal (seperti Laston atau HRS-WC). Penggunaannya sebagai filler (bahan pengisi) membantu meningkatkan ikatan antara aspal dan agregat serta mengurangi risiko retak dan pengelupasan (stripping).
Bahan Baku Semen: Limestone adalah komponen utama dalam produksi semen Portland yang digunakan untuk konstruksi jalan beton (perkerasan kaku). Pada tahun 2026, tren penggunaan semen Portland-Limestone (Tipe IL) meningkat karena profil emisi karbon yang lebih rendah.
Drainase dan Pengendalian Erosi: Batu kapur berukuran besar (riprap) diaplikasikan di sepanjang tepi jalan atau saluran drainase untuk mencegah erosi tanah akibat aliran air.
Pemanfaatan material lokal seperti limestone di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Papua dan Nusa Penida, terbukti memperkuat struktur jalan agar lebih tahan lama dengan biaya yang lebih efisien. info lengkap Harga limestone untuk pengerasan jalan bisa hubungi 0812 916 99979
